CintaQuranKetika membaca atau menghafal al-Qur'an, bagaimana suasana hati anda? Jika anda merasa tenang, nyaman dan bersemangat setelah mempelajarinya, maka berbahagialah dengan kondisi itu. Saat itu hati dan jiwa anda sedang mendapatkan sebuah kelembuatan dari Allah yang Maha Kuasa dan pemilik kitab suci al-Qur'an ini.
Sebaliknya, apabila ketika membaca, menghafal atau memahami isinya, anda menjumpai ketidaknyamanan, lidah terasa berat melantunkan bacaannya serta hati tidak konek dengan isinya, waspadalah terhadap hati anda itu. Jangan-jangan kondisi hati sedang bermasalah. Atau pikiran dan jiwa anda sedang mengalami kelemahan iman.
Terus terang, membaca dan mempelajari al-Qur'an saat ini bisa dikatakan tidaklah mudah seperti yang dibayangkan. Perlu keseriusan dan pendampingan guru pembimbing. Hanya orang-orang yang memiliki niat yang mulia dan sadar akan urgensi tilawah al-Qur'an sajalah yang bisa melaksanakannya.
Selain itu, yang paling perlu kita perhatikan sebelum jauh-jauh belajar al-Qur'an, adalah memahami bahwa AL-QUR'AN ini adalah wahyu Allah yang abadi lagi suci. Se-Suci dan se-Mulia zat Allah yang menurunkannya. Dan wahyu yang suci itu tentunya sulit untuk menembus hati yang kotor dan rusak karena noda maksiat dan dosa. Taubat, istighfar dan kembali kepada jalan Allah adalah solusi yang terpenting.
Seringkali kita terlalu banyak mengeluh akan kesulitan belajar al-Qur'an yang agung ini. Tehnik demi tehnik sudah kita baca dan kita pelajari. Dari yang klasik sampai yang modern. Tapi tetap saja semua itu seakan tidak berarti sedikitpun untuk memotivasi tekad kita untuk terus bangkit dan belajar. Padahal sebenarnya bukan kendala itu yang menjadi masalah. Itu hanyalah masalah ekstern yang masih bisa dicarikan jalan keluarnya. Tapi yang paling menjadi masalah utama adalah masalah intern. Masalah hati dan kondisi hati serta jiwa kita.
Coba diintropeksi lagi. Sudahkan kita bertaubat dan menyadari akan kekurangan diri kita ketika melaksanakan ibadah? Sudahkah kita berpikir bahwa al-Qur'an ini hanya akan bisa diterima dan menembus ke dalam sanubari kita apabila hati kita benar-benar bersih semua noda dosa dan keinginan buruk itu?
Pernahkah kita berpikir untuk meminta nasehat, masukan atau tempat curhat untuk mengatasi masalah hati yang setiap hari bisa terus menumpuk dan menjebol hati kita menjadi lebih 'keras' membatu ini?
Hal-hal inilah yang patut kita pertanyakan pada diri kita masing-masing. Sebab Allah berfirman:
"Dan apabila kamu membaca al-Qur'an maka kami jadikan antara kamu dengan orang-orang yang tidak beriman dengan hari akhirat sebuah hijab (penghalang) yang tertutup."(Qs al-Isra: 45 )
Artinya, kalau kita bisa membaca dan menghayati al-Qur'an dengan penuh kesadaran, maka kita akan dibedakan dengan perilaku orang-orang kafir yang tidak beriman kepada Allah dan al-Qur'an ini. Sebab hati orang-orang kafir itu sudah tertutup dan terkunci mati. Dan hati yang sudah Allah kunci mati tidak akan bisa menemukan hidayah (petunjuk) al-Qur'an dalam hidupnya. Kecuali mereka yang masih Allah rahmati.
Bagi seorang muslim dan muslimah sejati yang selalu memegang teguh nilai-nilai Islam, hidayah al-Qur'an dan memahaminya secara benar adalah sebuah harga mati yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Dengan kata lain, orang muslim/ah itu harus bisa membaca al-Qur'an dengan baik sesuai dengan kaedah ilmu tajwid, memahami secara utuh, menghafal ayat-ayat yang sudah dipahami itu dan kemudian merealisasikannya dalam kehidupan nyata.
Karenanya, antara mempelajari al-Qur'an, memahami Islam dan kejernihan hati antara yang satu dengan yang lain saling memiliki keterkaitan yang demikian erat. Tidak bisa seorang muslim/ah memahami agamanya atas dorongan hawa nafsunya. Tidak bisa di satu sisi ia belajar al-Qur'an, namun di sisi lain ia 'doyan' berbuat maksiat. Kalau sudah demikian maka bisa-bisa al-Qur'an akan membuatnya semakin jauh dari Allah dan membuatnya semakin dekat dengan maksiat! Nauzubillah min zalik..
Ingat, kaum khawarij (pemberontak yang keluar dari pemerintahan khalifah Ali bin Abi Thalib) yang dahulu pernah hidup di zaman sahabat rasulullah adalah mereka yang serampangan dalam belajar dan berinteraksi dengan al-Qur'an. Mereka belajar al-Qur'an tanpa keterlibatan hati yang bersih dan tuntunan Rasulullah. Akibatnya, mereka menyakiti dan membunuh siapa saja bagi yang tidak sejalan dengan keinginan dan cara berpikir mereka. Mereka telah keluar dari Islam karena menjadikan al-Qur'an semata-mata sebagai landasan berislam tanpa sunnah Rasulullah saw. Atau dengan bahasa lain, mereka memahami al-Qur'an berlandaskan hawa nafsu saja.
Sangat wajar apabila kemudian Rasulullah mengancam bahwa akan ada suatu kaum yang gemar membaca al-Qur'an tapi hanya bacaan al-Qur'an hanya sekedar lewat di kerongkongan saja. Amal dan prakteknya jauh dari kandungan al-Qur'an yang mereka pelajari itu.
Sungguh, kondisi yang sangat memprihatinkan. Karenanya, apabila kita ingin mendapatkan hidayah, kedamaian berislam dan mencari ketenangan hati, kembalilah kepada al-Qur'an yang suci. Carilah komunitas yang bisa membuat hati dan diri anda tetap bersemangat untuk mempelajarinya setiap saat. Insya Allah semuanya akan Allah mudahkan.
"Dan setiap jalan-jalan kemudahan itu itu sudah Allah tentukan garis takdirnya."
Begitu kata baginda Rasulullah saw.
Semoga kita digolongkan menjadi para penggemar dan orang-orang pilihan-Nya untuk selalu bersama al-Qur'an dan mengamalkannya dalam kehidupan ini, Amiin.(hidayatullah Hamim/the)
Rumah Inspirasi
Menjadi solusi yang berarti
Minggu, 14 Maret 2010
Jumat, 22 Januari 2010
ABBAD BIN BISYIR
ABBAD BIN BISYIR
SELALU DISERTAI CAHAYA ALLAH
Ketika Mush'ah bin Umeir tiba di Madinah-sebagai utusan dari Rasulullah shallallahu alaihi wasalam untuk mengajarkan seluk beluk Agama kepada orang-orang Anshar yang telah bai'at kepada Nabi dan membimbing mereka melakukan shalat, maka'Abbad bin Bisyir radhiallahu anhu adalah seorang budiman yang telah dibukakan Allah hatinya untuk menerima kebaikan. la datang menghadiri majlis Mush'ab dan mendengarkan da'wahnya, lain diulurkan tangannya mengangkat bai'at memeluk Islam. Dan semenjak saat itu mulailah ia menempati kedudukan utama di antara orang-olang Anshar yang diridlai oleh Allah serta mereka ridla kepada Allah ....
Kemudian Nabi pindah ke Madinah, setelah lebih dulu orang-orang Mu'min dari.Eulekah tiba di sana. Dan mulailah terjadi peperangan-peperangan dalam mempertahankan diri dari serangan-serangan kafir Quraisy dan sekutunya yang tak henti-hentinya memburu Nabi dan ummat Islam. Kekuatan pembawa cahaya dan kebaikan bertarung dengan kekuatan gelap dan kejahatan. Dan pada setiap peperangan itu 'Abbad bin Bisyir berada di barisan terdepan, berjihad di jalan Allah dengan gagah berani dan mati-matian dengan cara yang amat mengagumkan ....
Dan mungkin peristiwa yang kita paparkan di bawah ini dapat mengungkapkan sekelumit dari kepahlawanan tokoh Mu'min ini....
Rasulullah shallallahu alaihi wasalam dan Kaum Muslimin selesai menghadapi perang Dzatur Riqa', mereka sampai di suatu tempat dan bermalam di sana, Rasulullah shallallahu alaihi wasalam :memilih beberapa orang shahabatnya untuk berkawal secara bergiliran. Di antara mereka terpiiih 'Ammar bin Yasir dan 'Abbad bin Bisyir yang berada pada satu kelompok.
Karena dilihat oleh 'Abbad bahwa kawannya 'Ammar sedang lelah, di usul kannyalah agar 'Ammar tidur lebih dulu dan ia akan berkawal. Dan nanti bila ia telah mendapatban istirahat yang cukup, maka giliran 'Ammar pula berkawal menggantikannya.
'Abbad melihat bahwa lingkungan sehelilingnya aman. Maka timbullah fikirannya, kenapa ia tidak mengisi waktunya dengan melakukan shalat, hingga pahala yang akan diperoleh akan jadi berlipat ... ? Demikianlah ia bangkit melakukannya ....
Tiba-tiba sementara ia berdiri sedang membaca sebuah surat Al-Quran setelah al-Fatihah sebuah anak panah menancap di pangkal lengannya. Maka dicabutnya anak panah itu dan diteruskannya shalatnya.....
Tidak lama antaranya mendesing pula anak panah kedua yang mengenai anggota badannya.
Tetapi ia tak hendak menghentikan shalatnya hanya dicabutnya anak panah itu seperti yang pertama tadi, dan dilanjutkannya bacaan surat.
Kemudian dalam gelap malam itu musuh memanahnya lalu untuk ketiga kalinya. 'Abbad menarik anak panah itu dan mengakhiri bacaan surat. Setelah itu ia ruku' dan sujud ...,sementara tenaganya telah lemah disebabkan sakit dan lelah.
Lalu antara sujud itu diulurkannya tangannya kepada kawanya yang sedang tidur di sampingnya dan ditarik-tariknya ia sampai terbangun.
Dalam pada itu ia bangkit dari sujudnya dan membaca tasyahud, lalu menyelesaikan shalatnya.
'Ammar terbangun mendengar suara kawannya yang tak putus-putus menahan sakit: "Gantikan daku mengawal ..., karena aku telah kena... !"'Ammar menghambur dari tidurnya hingga menimbulkan kegaduhan dan takutnya musuh yang menyelinap. Mereka melarikan diri, sedang 'Ammar berpaling kepada temannya seraya katanya: "Subhanallah ... ! Kenapa saya tidak dibangunkan ketika kamu dipanah yang pertama kali tadi...," Ujar 'Abbad: -
"Ketika daku shalat tadi, aku membaca beberapa ayat al-Quran yang amat mengharukan hatiku, hingga aku tak ingin untuk memutuskannya ... ! Dan demi Allah, aku tidaklah akan menyia-nyiakan pos penjagaan yang ditugaskan Rasul kepada kita menjaganya, sungguh, aku lebih suka mati daripada memutuskan bacaan ayat-ayat yang sedang kubaca itu ... !"
'Abbad amat cinta sebali kepada Allah, kepada Rasul dan kepada Agamanya .... Kecintaan itu memenuhi segenap perasaan dan seluruh kehidupannya. Dan semenjak Nabi shallallahu alaihi wasalam berpidato dan mengarahkan pembicaraannya kepada Kaum Ansbar, ia termasuk salah seorang di antara mereka. Sabdanya:
"Hai golongan Anshar... !
Kalian adalah inti, sedang golongan lain bagai kulit ari!
Maka tak mungkin aku dicederai oleh pihak kalian ..,!''
Semenjak itu, yakni semenjak 'Abbad mendengar ucapan ini dari Rasulnya, dari guru dan pembimbingnya kepada Allah, dan ia rela menyerahkan harta benda nyawa dan hidupnya di jaIan Allah dan di JaIan Rasul-Nya ..., maka kita temui dia di arena pengurbanan dan di medan iaga muncul sebagai orang pertama, sebaliknya di waktu pembagian keuntungan dan harta rampasan, sukar untuk ditemubannya
Di samping itu ia adalah seorang ahli ibadah yang tekun ..., seorang pahlawan yang gigih dalam berjuang ...,seorang dermawan yang rela berqurban ...,dan seorang mu'min sejati yang telah membaktikan hidupnya untuk keimanannya ini ... !
Keutamaannya ini telah dikenai luas di antara shahabat-shahabat Rasul. Dan Aisyah radhiallahu anha Ummul Mu'minin pernah mengatakan tentang dirinya: Ada tiga orang Anshar yang keutamaannya tak dapat diatasi oleh seorang pun juga yaitu:
Sa'ad bin Mu'adz, Useid bin Hudlair dan 'Abbad bin Bisyir... !"
Orang-orang Islam angkatan pertama mengetahui bahwa 'Abbad adalah seorang tokoh yang beroleh karunia berupa cahaya dari Allah .... Penglihatannya yang jelas dan beroleh penerangan, dapat mengetahui tempat-tempat yang baik dan meyakinkan tanpa mencarinya dengan susah-payah. Bahkan kepercayaan shahabat-shahabatnya mengenai cahaya ini sampai ke suatu tingkat yang lebih tinggi, bahwa ia merupakan benda yang dapat terlihat. Mereka sama sekata bahwa bila 'Abbad berjalan di waktu malam, terbitlah daripadanya berkas-berkas cahaya dan sinar yang menerangi baginya jalan yang akan ditempuh ....
Dalam peperangan menghadapi orang-orang murtad sepeninggal Rasulullah shallallahu alaihi wasalam maka 'Abbad memikul tanggung jawab dengan keberanian yang tak ada taranya ... i Apalagi dalam pertempuran Yamamah di mana Kaum Muslimin menghadapi balatentara yang paling kejam dan paling berpengalaman dibawah pimpinan Musailamatul Kaddzab, 'Abbad melihat bahaya besar yang mengancam Islam. Maka jiwa pengurbanan dan teras kepahlawanannya mengambil bentuk sesuai dengan tugas yang dibebankan oleh keimanannya, dan meningkat ke taraf yang sejajar dengan kesadarannya akan bahaya tersebut, hingga menjadikannya sebagai prajurit yang berani mati, yang tak menginginkan kecuali mati syahid di jalan Ilahi ....
Sehari sebelum perang Yamamah itu dimulai,'Abbad mengalami suatu mimpi yang tak lama antaranya diketahui Ta'birnya secara gamblang dan terjadi di arena pertempuran sengit yang diterjuni oleh Kaum Muslimin.
Dan marilah kita panggil seorang shahabat mulia Abu Sa'id al-Khudri radhiallahu anhu untuk menceritakan mimpi yang dilihat oleh 'Abbad tersebut begitu pun Ta'birnya, serta peranannya yang mengagumkan dalam pertempuran yang berakhir dengan syahidnya....
Demikian cerita Abu Sa'id: " 'Abbad bin Bisyir mengatakan kepadaku: -- "Hai Abu
Sa'id! Saya bermimpi semalam melihat langit terbuka untukku, kemudian tertutup lagi ... !
Saya yakin bahwa ta'birnya insya Allah saya akan menemui syahidnya ... !" "Demi Allah!" ujarku, "itu adalah mimpi yang baik ... !"
"Dan di waktu perang Yamamah itu saya lihat ia berseru kepada orang-orang Anshar: "Pecahkan sarung-sarung pedangmu dan tunjukkan kelebihan kalian .. !"
Maka segeralah menyerbu mengiringkannya sejumlah empat ratus orang dari golongan Anshar hingga sampailah mereka ke pintu gerbang taman bunga, lalu bertempur dengan gagah berani.
Ketika itu 'Abbad -- semoga Allah memberinya rahmat menemui syahidnya. Wajahnya saya lihat penuh dengan bekas sambaran pedang, dan saya mengenalnya hanyalah dengan melihat tanda yang terdapat pada tubuhnya ... !"
Demikianlah 'Abbad meningkat naik ke taraf yang sesuai untuk memenuhi kewajibannya sebagaiseorang Mu'min dari golongan Anshar, yang telah mengangkat bai'at kepada Rasul untuk membaktikan hidupnya bagi Allah dan menemui syahid di jalan-Nya ...
Dan tatkala pada permulaannya dilihatnya neraca pertempuran sengit itu lebih berat untuk kemenangan musuh, teringatlah olehnya ucapan Rasulullah terhadap Kaumnya golongan Anshar:
-- "Kalian adalah inti ... ! Maka tak mungkin saya dicederai oleh pihak kalian!"
Ucapan itu memenuhi rongga dada dan hatinya, hingga seolah-olah sekarang ini Rasulullah masih berdiri, mengulang-ulang kata-katanya itu ... 'Abbad merasa bahwa seluruh tanggung jawab peperangan itu terpikul hanya di atas bahu golongan Anshar semata ...atau di atas bahu mereka sebelum golongan lainnya ... ! Maka ketika itu naiklah ia ke atas sebuah bukit lalu berseru: -- "Hai golongan Anshar ... ! Pecahkan sarung-sarung pedangmu, dan tunjukkan keistimewaanmu dari golongan lain... !"
Dan ketika seruannya dipenuhi oleh empat ratus orang pejuang, 'Abbad bersama Abu Dajanah dan Barra' bin Malik mengerahkan rnereka ke taman maut, suatu taman yang digunakan oleh Musailamah sebagai benteng pertahanan…..dan pahlawan besar itu pun berjuanglah sebagai layaknya seorang laki-laki, sebagai seorang Mu'min ..., dan sebagai seorang warga anshar ....
Dan pada hari yang mulia itu, pergilah 'Abbad menemui syahidnya .,. ! Tidak salah mimpi yang dilihat dalam tidurnya semalam ,,. ? Bukankah ia melihat langit terbuka, kemudian setelah ia masuk ke celahnya yang terbuka itu, tiba-tiba langit
bertaut dan tertutup kembali... ! Dan mimpi itu dita'wilkannya bahwa pada pertempuran yang akan terjadi ruhnya akan naik ke haribaan Tuhan dan penciptanya
Sungguh, benarlah mimpi itu dan benarlah pula ta'birnya ... ! Pintu-pintu langit telah terbuka untuk menyambut ruh 'Abbad bin Bisyir dengan gembira, yakni searang tokoh yang oleh Allah diberi cahaya....
SELALU DISERTAI CAHAYA ALLAH
Ketika Mush'ah bin Umeir tiba di Madinah-sebagai utusan dari Rasulullah shallallahu alaihi wasalam untuk mengajarkan seluk beluk Agama kepada orang-orang Anshar yang telah bai'at kepada Nabi dan membimbing mereka melakukan shalat, maka'Abbad bin Bisyir radhiallahu anhu adalah seorang budiman yang telah dibukakan Allah hatinya untuk menerima kebaikan. la datang menghadiri majlis Mush'ab dan mendengarkan da'wahnya, lain diulurkan tangannya mengangkat bai'at memeluk Islam. Dan semenjak saat itu mulailah ia menempati kedudukan utama di antara orang-olang Anshar yang diridlai oleh Allah serta mereka ridla kepada Allah ....
Kemudian Nabi pindah ke Madinah, setelah lebih dulu orang-orang Mu'min dari.Eulekah tiba di sana. Dan mulailah terjadi peperangan-peperangan dalam mempertahankan diri dari serangan-serangan kafir Quraisy dan sekutunya yang tak henti-hentinya memburu Nabi dan ummat Islam. Kekuatan pembawa cahaya dan kebaikan bertarung dengan kekuatan gelap dan kejahatan. Dan pada setiap peperangan itu 'Abbad bin Bisyir berada di barisan terdepan, berjihad di jalan Allah dengan gagah berani dan mati-matian dengan cara yang amat mengagumkan ....
Dan mungkin peristiwa yang kita paparkan di bawah ini dapat mengungkapkan sekelumit dari kepahlawanan tokoh Mu'min ini....
Rasulullah shallallahu alaihi wasalam dan Kaum Muslimin selesai menghadapi perang Dzatur Riqa', mereka sampai di suatu tempat dan bermalam di sana, Rasulullah shallallahu alaihi wasalam :memilih beberapa orang shahabatnya untuk berkawal secara bergiliran. Di antara mereka terpiiih 'Ammar bin Yasir dan 'Abbad bin Bisyir yang berada pada satu kelompok.
Karena dilihat oleh 'Abbad bahwa kawannya 'Ammar sedang lelah, di usul kannyalah agar 'Ammar tidur lebih dulu dan ia akan berkawal. Dan nanti bila ia telah mendapatban istirahat yang cukup, maka giliran 'Ammar pula berkawal menggantikannya.
'Abbad melihat bahwa lingkungan sehelilingnya aman. Maka timbullah fikirannya, kenapa ia tidak mengisi waktunya dengan melakukan shalat, hingga pahala yang akan diperoleh akan jadi berlipat ... ? Demikianlah ia bangkit melakukannya ....
Tiba-tiba sementara ia berdiri sedang membaca sebuah surat Al-Quran setelah al-Fatihah sebuah anak panah menancap di pangkal lengannya. Maka dicabutnya anak panah itu dan diteruskannya shalatnya.....
Tidak lama antaranya mendesing pula anak panah kedua yang mengenai anggota badannya.
Tetapi ia tak hendak menghentikan shalatnya hanya dicabutnya anak panah itu seperti yang pertama tadi, dan dilanjutkannya bacaan surat.
Kemudian dalam gelap malam itu musuh memanahnya lalu untuk ketiga kalinya. 'Abbad menarik anak panah itu dan mengakhiri bacaan surat. Setelah itu ia ruku' dan sujud ...,sementara tenaganya telah lemah disebabkan sakit dan lelah.
Lalu antara sujud itu diulurkannya tangannya kepada kawanya yang sedang tidur di sampingnya dan ditarik-tariknya ia sampai terbangun.
Dalam pada itu ia bangkit dari sujudnya dan membaca tasyahud, lalu menyelesaikan shalatnya.
'Ammar terbangun mendengar suara kawannya yang tak putus-putus menahan sakit: "Gantikan daku mengawal ..., karena aku telah kena... !"'Ammar menghambur dari tidurnya hingga menimbulkan kegaduhan dan takutnya musuh yang menyelinap. Mereka melarikan diri, sedang 'Ammar berpaling kepada temannya seraya katanya: "Subhanallah ... ! Kenapa saya tidak dibangunkan ketika kamu dipanah yang pertama kali tadi...," Ujar 'Abbad: -
"Ketika daku shalat tadi, aku membaca beberapa ayat al-Quran yang amat mengharukan hatiku, hingga aku tak ingin untuk memutuskannya ... ! Dan demi Allah, aku tidaklah akan menyia-nyiakan pos penjagaan yang ditugaskan Rasul kepada kita menjaganya, sungguh, aku lebih suka mati daripada memutuskan bacaan ayat-ayat yang sedang kubaca itu ... !"
'Abbad amat cinta sebali kepada Allah, kepada Rasul dan kepada Agamanya .... Kecintaan itu memenuhi segenap perasaan dan seluruh kehidupannya. Dan semenjak Nabi shallallahu alaihi wasalam berpidato dan mengarahkan pembicaraannya kepada Kaum Ansbar, ia termasuk salah seorang di antara mereka. Sabdanya:
"Hai golongan Anshar... !
Kalian adalah inti, sedang golongan lain bagai kulit ari!
Maka tak mungkin aku dicederai oleh pihak kalian ..,!''
Semenjak itu, yakni semenjak 'Abbad mendengar ucapan ini dari Rasulnya, dari guru dan pembimbingnya kepada Allah, dan ia rela menyerahkan harta benda nyawa dan hidupnya di jaIan Allah dan di JaIan Rasul-Nya ..., maka kita temui dia di arena pengurbanan dan di medan iaga muncul sebagai orang pertama, sebaliknya di waktu pembagian keuntungan dan harta rampasan, sukar untuk ditemubannya
Di samping itu ia adalah seorang ahli ibadah yang tekun ..., seorang pahlawan yang gigih dalam berjuang ...,seorang dermawan yang rela berqurban ...,dan seorang mu'min sejati yang telah membaktikan hidupnya untuk keimanannya ini ... !
Keutamaannya ini telah dikenai luas di antara shahabat-shahabat Rasul. Dan Aisyah radhiallahu anha Ummul Mu'minin pernah mengatakan tentang dirinya: Ada tiga orang Anshar yang keutamaannya tak dapat diatasi oleh seorang pun juga yaitu:
Sa'ad bin Mu'adz, Useid bin Hudlair dan 'Abbad bin Bisyir... !"
Orang-orang Islam angkatan pertama mengetahui bahwa 'Abbad adalah seorang tokoh yang beroleh karunia berupa cahaya dari Allah .... Penglihatannya yang jelas dan beroleh penerangan, dapat mengetahui tempat-tempat yang baik dan meyakinkan tanpa mencarinya dengan susah-payah. Bahkan kepercayaan shahabat-shahabatnya mengenai cahaya ini sampai ke suatu tingkat yang lebih tinggi, bahwa ia merupakan benda yang dapat terlihat. Mereka sama sekata bahwa bila 'Abbad berjalan di waktu malam, terbitlah daripadanya berkas-berkas cahaya dan sinar yang menerangi baginya jalan yang akan ditempuh ....
Dalam peperangan menghadapi orang-orang murtad sepeninggal Rasulullah shallallahu alaihi wasalam maka 'Abbad memikul tanggung jawab dengan keberanian yang tak ada taranya ... i Apalagi dalam pertempuran Yamamah di mana Kaum Muslimin menghadapi balatentara yang paling kejam dan paling berpengalaman dibawah pimpinan Musailamatul Kaddzab, 'Abbad melihat bahaya besar yang mengancam Islam. Maka jiwa pengurbanan dan teras kepahlawanannya mengambil bentuk sesuai dengan tugas yang dibebankan oleh keimanannya, dan meningkat ke taraf yang sejajar dengan kesadarannya akan bahaya tersebut, hingga menjadikannya sebagai prajurit yang berani mati, yang tak menginginkan kecuali mati syahid di jalan Ilahi ....
Sehari sebelum perang Yamamah itu dimulai,'Abbad mengalami suatu mimpi yang tak lama antaranya diketahui Ta'birnya secara gamblang dan terjadi di arena pertempuran sengit yang diterjuni oleh Kaum Muslimin.
Dan marilah kita panggil seorang shahabat mulia Abu Sa'id al-Khudri radhiallahu anhu untuk menceritakan mimpi yang dilihat oleh 'Abbad tersebut begitu pun Ta'birnya, serta peranannya yang mengagumkan dalam pertempuran yang berakhir dengan syahidnya....
Demikian cerita Abu Sa'id: " 'Abbad bin Bisyir mengatakan kepadaku: -- "Hai Abu
Sa'id! Saya bermimpi semalam melihat langit terbuka untukku, kemudian tertutup lagi ... !
Saya yakin bahwa ta'birnya insya Allah saya akan menemui syahidnya ... !" "Demi Allah!" ujarku, "itu adalah mimpi yang baik ... !"
"Dan di waktu perang Yamamah itu saya lihat ia berseru kepada orang-orang Anshar: "Pecahkan sarung-sarung pedangmu dan tunjukkan kelebihan kalian .. !"
Maka segeralah menyerbu mengiringkannya sejumlah empat ratus orang dari golongan Anshar hingga sampailah mereka ke pintu gerbang taman bunga, lalu bertempur dengan gagah berani.
Ketika itu 'Abbad -- semoga Allah memberinya rahmat menemui syahidnya. Wajahnya saya lihat penuh dengan bekas sambaran pedang, dan saya mengenalnya hanyalah dengan melihat tanda yang terdapat pada tubuhnya ... !"
Demikianlah 'Abbad meningkat naik ke taraf yang sesuai untuk memenuhi kewajibannya sebagaiseorang Mu'min dari golongan Anshar, yang telah mengangkat bai'at kepada Rasul untuk membaktikan hidupnya bagi Allah dan menemui syahid di jalan-Nya ...
Dan tatkala pada permulaannya dilihatnya neraca pertempuran sengit itu lebih berat untuk kemenangan musuh, teringatlah olehnya ucapan Rasulullah terhadap Kaumnya golongan Anshar:
-- "Kalian adalah inti ... ! Maka tak mungkin saya dicederai oleh pihak kalian!"
Ucapan itu memenuhi rongga dada dan hatinya, hingga seolah-olah sekarang ini Rasulullah masih berdiri, mengulang-ulang kata-katanya itu ... 'Abbad merasa bahwa seluruh tanggung jawab peperangan itu terpikul hanya di atas bahu golongan Anshar semata ...atau di atas bahu mereka sebelum golongan lainnya ... ! Maka ketika itu naiklah ia ke atas sebuah bukit lalu berseru: -- "Hai golongan Anshar ... ! Pecahkan sarung-sarung pedangmu, dan tunjukkan keistimewaanmu dari golongan lain... !"
Dan ketika seruannya dipenuhi oleh empat ratus orang pejuang, 'Abbad bersama Abu Dajanah dan Barra' bin Malik mengerahkan rnereka ke taman maut, suatu taman yang digunakan oleh Musailamah sebagai benteng pertahanan…..dan pahlawan besar itu pun berjuanglah sebagai layaknya seorang laki-laki, sebagai seorang Mu'min ..., dan sebagai seorang warga anshar ....
Dan pada hari yang mulia itu, pergilah 'Abbad menemui syahidnya .,. ! Tidak salah mimpi yang dilihat dalam tidurnya semalam ,,. ? Bukankah ia melihat langit terbuka, kemudian setelah ia masuk ke celahnya yang terbuka itu, tiba-tiba langit
bertaut dan tertutup kembali... ! Dan mimpi itu dita'wilkannya bahwa pada pertempuran yang akan terjadi ruhnya akan naik ke haribaan Tuhan dan penciptanya
Sungguh, benarlah mimpi itu dan benarlah pula ta'birnya ... ! Pintu-pintu langit telah terbuka untuk menyambut ruh 'Abbad bin Bisyir dengan gembira, yakni searang tokoh yang oleh Allah diberi cahaya....
Selasa, 19 Januari 2010
TRY OUT GARIS
TRY OUT UJIAN NASIONAL SMP SE-JATINEGARA
GARIS FEAT ROHIS-ROHIS SMU
SE-JATINEGARA PRESENT
“ GAPAI SMU IMPIANMU, RAIH MASA DEPANMU”
AHAD / 24 JANUARI 2010
07.30-12.00 WIB
TEMPAT:
SMUN 53, CIPINANG JAYA
ACARA:
SESI I : TRY OUT MATEMATIKA BAHASA INDONESIA
SESI II : PERKENALAN GARIS DAN SMU-SMU SE-JATINEGARA
SESI III : TRY OUT IPA BAHASA INGGRIS
BIAYA TRY OUT SEBESAR 20.000 DIDISKON ABIZZ JADI 2.500 DOANKK
SO… BERDUA GOO CENKK DOANK…
AND DAPET SNACK LAGI…
BURUAN!!!!!! PESERTA TERBATAS
PENDAFTARAN PALING LAMBAT SABTU 23 JANUARI 2010 PUKUL 15.00 WIB
VIA SMS
DENGAN FORMAT
REG(SPASI)TOGARIS(SPASI)NAMA(SPASI)ASAL SMP
CONTOH: REG TOGARIS ROY 148
KIRIM SEGERA KE 08989161145
GARIS FEAT ROHIS-ROHIS SMU
SE-JATINEGARA PRESENT
“ GAPAI SMU IMPIANMU, RAIH MASA DEPANMU”
AHAD / 24 JANUARI 2010
07.30-12.00 WIB
TEMPAT:
SMUN 53, CIPINANG JAYA
ACARA:
SESI I : TRY OUT MATEMATIKA BAHASA INDONESIA
SESI II : PERKENALAN GARIS DAN SMU-SMU SE-JATINEGARA
SESI III : TRY OUT IPA BAHASA INGGRIS
BIAYA TRY OUT SEBESAR 20.000 DIDISKON ABIZZ JADI 2.500 DOANKK
SO… BERDUA GOO CENKK DOANK…
AND DAPET SNACK LAGI…
BURUAN!!!!!! PESERTA TERBATAS
PENDAFTARAN PALING LAMBAT SABTU 23 JANUARI 2010 PUKUL 15.00 WIB
VIA SMS
DENGAN FORMAT
REG(SPASI)TOGARIS(SPASI)NAMA(SPASI)ASAL SMP
CONTOH: REG TOGARIS ROY 148
KIRIM SEGERA KE 08989161145
Selasa, 27 Oktober 2009
belajar dari Pengemis
Belajar dari Pengemis .
Oleh ; ahmad ridho
Pagi seperti biasanya saya berangkat kekampus dengan sepeda motor , rapih dengan pakaian kemeja, celana bahan ,rambut kelimis yang sudah menjadi bagian karakter diri saya ..tak lupa penutup dada selalu dibawa agar menjaga dari angin yang menghempas kencang didada jika tidak saya gunakan.
Tepat pukul 7.30 pagi saya melewati perempatan jalan depan rumah sakit perahabatan. Memang ramai banyak pengendara sepeda motor dan sopir angkot yagn searah dengan saya menuju ke kampus. Tepat persis ditikungan perempatan itu saya lihat orang tua paruh bayah dengan pakain lusuhnya duduk di atas koran yang menjadi alasnya.
Dalam benak bertanya-tanya karena terheran, siapa orang itu?? Tak ada terpikirkan kalau orang itu pengemis, pengamen atau orang biasa yang sedang duduk di perempatan itu.
Pikir saya hanya orang biasa saja, dan tanpa berfikir lagi saya teruskan perjalan ke kekampus..lagipula saya sedang ditunggu oleh adik kelas yang ingin belajar tahsin..
Dua jam sudah rasanya sudah saya penuhi rasa tanggung jawab ini untuk mengjarkan tahsin. Kemudian langsung bergegas kembali kerumah untuk istirahat makan. Dalam perjalanan pulang kudapati lagi orang itu yang sama persis dengan orang yang kutemui tadi pagi. Apa memang orang itu ya..tapi ada keganjalan melihatnya. Penegemis itu menangis sambil meraung kesakitan. Entah apa yang diderita.;.
Tak tega rasanya segera saya balikan arah motor saya dan menghampirinya.kemudian saya tanyakan orang itu..”pak,kenapa?koq menangis?”, orng itu ”saya belum makan de, mau bantu saya, anak saya dirmah menunggu saya. kasian de..saya gak tau apa yang saya lakukan” dengan cepat kurogohkan kantungku,kudapati uang selembar sepuluh ribuan.”pak ini,bapak tidak usah menangis”..”iya de.terimakasih”.
Senang rasanya bisa bantu orang kesulitan, wlaupun hanya uang selembar. Dalam perjalanan hanya senyum jika ingat kejadian itu. Jadi teringat sebuah nasihat usatad yang pernah disampaikan saat pengajian ta’lim . ustad menyampaikan bahwasannya ALLAH mentakdirkan hambanya yang berbeda-beda. Ada yang susah dan ada yang senang. Tapi takdir itu bisa diubah dengan diri sendirinya. Pastinya bagi orang-orang yang beriman akan diuji oleh ALLAH SWT. Bahkan semua umat manusia akan selalu diuji.
Allah telah Berfirman.”Dan kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan , kelaparan , kekurangan harta , jiwa ,dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yagn sabar”(QS;Al-Baqoroh;155).
Ternyata memang kita diingatkan dengan ayat ALLAH swt. Dan menjadi sunnatullah jika manusia diuji dengan ketakutan, kelaparan, kekurangan harta. Melihat pengemis tadi menjadi bukti nyata bahwasanya ALLAH menguji kita dengna kelaparan dan kekurangan harta. Banyak orang takut karena kelaparan dan takut harta kita habis.
Dan ini sudah menjadi tabiat kemanusiaan yang dimiliki semua manusia. Lantas,
Bagaimana kita menyikapi hal itu yang sudah menjadi kepastian pada dri kita dan akan terjadi pada diri kita pastinya.sikap kita sebagai hamba ALLAH pastinya harus beribadah padaNYA. Karena pada dasarnya manusia di ciptakan untuk beribadah.”sesungguhnya Allah mencipatakan jin dan manusia tidaklah hanya untuk beribadah”(Qs;Az-zariyat”56).
Dengan ibadah ALLAH menjadiakn hamba-hambanya bertakwa. Dengan taqwa ALLAH mengabulakan dan memudahakan segala keinginannya.
Allahu’alam dengan pengemis tadi.mereka orang yang berputus asa atau menyerah begitu saja. Padahal ALLAh sudah pastikan jika kita bertakwa.rasa takut, kelaparan, kekuranagan harta akan mudah diatasi dengan keimanan yang berbuah takwa.
Oleh ; ahmad ridho
Pagi seperti biasanya saya berangkat kekampus dengan sepeda motor , rapih dengan pakaian kemeja, celana bahan ,rambut kelimis yang sudah menjadi bagian karakter diri saya ..tak lupa penutup dada selalu dibawa agar menjaga dari angin yang menghempas kencang didada jika tidak saya gunakan.
Tepat pukul 7.30 pagi saya melewati perempatan jalan depan rumah sakit perahabatan. Memang ramai banyak pengendara sepeda motor dan sopir angkot yagn searah dengan saya menuju ke kampus. Tepat persis ditikungan perempatan itu saya lihat orang tua paruh bayah dengan pakain lusuhnya duduk di atas koran yang menjadi alasnya.
Dalam benak bertanya-tanya karena terheran, siapa orang itu?? Tak ada terpikirkan kalau orang itu pengemis, pengamen atau orang biasa yang sedang duduk di perempatan itu.
Pikir saya hanya orang biasa saja, dan tanpa berfikir lagi saya teruskan perjalan ke kekampus..lagipula saya sedang ditunggu oleh adik kelas yang ingin belajar tahsin..
Dua jam sudah rasanya sudah saya penuhi rasa tanggung jawab ini untuk mengjarkan tahsin. Kemudian langsung bergegas kembali kerumah untuk istirahat makan. Dalam perjalanan pulang kudapati lagi orang itu yang sama persis dengan orang yang kutemui tadi pagi. Apa memang orang itu ya..tapi ada keganjalan melihatnya. Penegemis itu menangis sambil meraung kesakitan. Entah apa yang diderita.;.
Tak tega rasanya segera saya balikan arah motor saya dan menghampirinya.kemudian saya tanyakan orang itu..”pak,kenapa?koq menangis?”, orng itu ”saya belum makan de, mau bantu saya, anak saya dirmah menunggu saya. kasian de..saya gak tau apa yang saya lakukan” dengan cepat kurogohkan kantungku,kudapati uang selembar sepuluh ribuan.”pak ini,bapak tidak usah menangis”..”iya de.terimakasih”.
Senang rasanya bisa bantu orang kesulitan, wlaupun hanya uang selembar. Dalam perjalanan hanya senyum jika ingat kejadian itu. Jadi teringat sebuah nasihat usatad yang pernah disampaikan saat pengajian ta’lim . ustad menyampaikan bahwasannya ALLAH mentakdirkan hambanya yang berbeda-beda. Ada yang susah dan ada yang senang. Tapi takdir itu bisa diubah dengan diri sendirinya. Pastinya bagi orang-orang yang beriman akan diuji oleh ALLAH SWT. Bahkan semua umat manusia akan selalu diuji.
Allah telah Berfirman.”Dan kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan , kelaparan , kekurangan harta , jiwa ,dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yagn sabar”(QS;Al-Baqoroh;155).
Ternyata memang kita diingatkan dengan ayat ALLAH swt. Dan menjadi sunnatullah jika manusia diuji dengan ketakutan, kelaparan, kekurangan harta. Melihat pengemis tadi menjadi bukti nyata bahwasanya ALLAH menguji kita dengna kelaparan dan kekurangan harta. Banyak orang takut karena kelaparan dan takut harta kita habis.
Dan ini sudah menjadi tabiat kemanusiaan yang dimiliki semua manusia. Lantas,
Bagaimana kita menyikapi hal itu yang sudah menjadi kepastian pada dri kita dan akan terjadi pada diri kita pastinya.sikap kita sebagai hamba ALLAH pastinya harus beribadah padaNYA. Karena pada dasarnya manusia di ciptakan untuk beribadah.”sesungguhnya Allah mencipatakan jin dan manusia tidaklah hanya untuk beribadah”(Qs;Az-zariyat”56).
Dengan ibadah ALLAH menjadiakn hamba-hambanya bertakwa. Dengan taqwa ALLAH mengabulakan dan memudahakan segala keinginannya.
Allahu’alam dengan pengemis tadi.mereka orang yang berputus asa atau menyerah begitu saja. Padahal ALLAh sudah pastikan jika kita bertakwa.rasa takut, kelaparan, kekuranagan harta akan mudah diatasi dengan keimanan yang berbuah takwa.
Senin, 26 Oktober 2009
Penjual Yang Tawakal
Penjual yang tawakal
Oleh; ahmad ridho
Jika kita berkunjung ke daerah puncak cisarua BOGOR, pastinya kita dapati banyak penjual dimana-mana. Seperti banyakknya pasar yang mengelilingi setiap tepi jalanan. Unik memang, bahkan terheran-heran jika kita melihatnya. Tak ada satupun yang tak terlewatkan tanpa adanya penjual. Mulai dari penjual yang menetap dengan bangunan sederhananya. Ataupun penjual asongan yang berkeliling dengan alat gendongannya. Bermacam-macam yang dijual. Dari makanan sampai pernak pernik yang unik dan bisa kita bawa sebagai buah tangan untuk orang-orang tercinta dirumah…
Penjual dengan banyak bicara(pintar menwarkan) bisanya jadi pusat perhatian bagi para pembeli. Mungkin jadi sebuah keharusan bagi mereka . mereka harus aktif menawarkan dan meyakinkan setiap pembeli. Jika saja tidak aktif untuk menawarkan tertinggallah para penjual yang hanya berdiam diri. Siapa yang cepat dia yang dapat. Bisa dikatakan “man jadda wajadda” siapa yang bersunggu-sungguh maka akan mendapatkannya. Inilah jadi prisnip bagi kaum penjual yang barangkali tidak disadari bahwasannya mereka mengaplikasaikan hadist rasulullah Saw.
Tapi bukan itu yang kita liat. Bagi kita wajar saja, namanya juga penjual pasti memilik karakter yang sama..inti nya menawarkan kepada para pembeli.. seperti itulah yang kita liat. Tapi jika kita memandang dari sisi lain ada yang luar biasa bagi para penjual disana. Bayangkan saja bisa kita hitung berapa ratus jumlah para penjual yang sama. Bisa puluhan bahkan ratusan. Dan bahkan setiap kendaraan umum yang kita tumpangi hampir semua penjual mejual dagangannya yang sama.sampai kita merasa bosen dengan dagangannya yang sama. Tapi bagi mereka(red.Penjual) tidak ada kata bosan untuk menjual barang dagangnannya.
Dari pagi hingga malam hari tak ada kenal lelah untuk terus menawarkann barang dagangannya. Begitu sabar hingga sampai ada yang membelinya. disitulah letak kehebatannya para penjual mungkin bisa kita katakan begitu tawakalnya mereka untutk menjual. Walupun banyak pesaingnya mereka meyakini bahwasannya namanya rizki tidak kemana, ALLAH yang sudah mengatur dan pasti akan ada rizki jika berusaha dengan sungguh-sungguh.itulah Sebuah konsep tawakal bagi para penjual yang harus kita pelajari . ada ibroh pastinya, konsep tawakal sebenarnya sudah dijalani oleh para penjual yang tak pernah kenal henti untuk mendapatkan rizki dari dagangannya yang dijual...
Sebuah keyakinan yang luar biasa dan pastinya kita ambil maknanya. Bagaimana dengan kita yang saat ini masih sering merasa keputus asan jika meghadapi masalah yang kita hadapi..kita sudah berusaha, jka kita gagal merasa bahwasannya usaha kita sia-sia. Tak ada kata sia-sia dimata ALLAH bagi yang beruasaha dan ingat kepada ALLAH SWT. ALLAH SWT berfirman :”dan Dia memberinya Rizki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barang siapa bertawakl kepada ALLAH SWT , Niscaya Allah akan mencukupkan(keperluannya),Sesungguhnya ALLAH melaksanakan urusan-NYA. Sungguh , Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu”(QS;At-Talaq; 3).
Inilah janji ALLAH bagi orang-orang yagn tawakal. Kenapa kita harus ragu dengan janji ALLAH yang memiliki Ruh ini. Terkadang, kita salah mengartikan makna tawakal itu sendiri. Tawakal seolah-olah kepasrahan kepada ALLAH tanpa adanya usaha. Inilah kesalahan mengartikan makna ketawakalan. Dan jika kita tawakal berkesan ALLAh akan membantu dangan ketawakalannya tanpa adany usaha, jika tidak tercapai yang kita hasilkan berujung pada kekecewaan. Tawakal bukan berarti kita berdiam sendiri dan diserahkan semua pada Allah Swt tanpa ada nya usaha terlebih dahulu. Lihatlah para penjual yang subahanallah, pernahkah mereka merasa letih jika dagangannya belum terjual satu pun . mereka terus berusaha dan berusaha sampai benar-benar dagangannya laku beberapa barangpun. Tapi sayangnya, sedikit para penjual yang mereka serahkan urusannya pada ALLAH. Walaupun dengan tidak sadar mereka bertawakal, tapi tidak dibarengi dengan keimanan mereka. Ingat ALLAH dengan berdoa dikala waktu sholat –sholat berkumandang pada waktunya.Allahu’alam.
Jika kita yang sudah melaksanakan kewajiban sebagai hamba ALLAH dan merasa beriman kenpa kita tidak berusaha untuk tawakal padaNYA dengan setiaap usaha-usaha kita yang kita jalankan. Janganlah jadi penjual yang tawakal tanpa adanya keimanan.
Semoga kita jadi orang-orang yang bertawakal akan setiap usha yang kita jalankan..amiin.
Allahu’alam.
Oleh; ahmad ridho
Jika kita berkunjung ke daerah puncak cisarua BOGOR, pastinya kita dapati banyak penjual dimana-mana. Seperti banyakknya pasar yang mengelilingi setiap tepi jalanan. Unik memang, bahkan terheran-heran jika kita melihatnya. Tak ada satupun yang tak terlewatkan tanpa adanya penjual. Mulai dari penjual yang menetap dengan bangunan sederhananya. Ataupun penjual asongan yang berkeliling dengan alat gendongannya. Bermacam-macam yang dijual. Dari makanan sampai pernak pernik yang unik dan bisa kita bawa sebagai buah tangan untuk orang-orang tercinta dirumah…
Penjual dengan banyak bicara(pintar menwarkan) bisanya jadi pusat perhatian bagi para pembeli. Mungkin jadi sebuah keharusan bagi mereka . mereka harus aktif menawarkan dan meyakinkan setiap pembeli. Jika saja tidak aktif untuk menawarkan tertinggallah para penjual yang hanya berdiam diri. Siapa yang cepat dia yang dapat. Bisa dikatakan “man jadda wajadda” siapa yang bersunggu-sungguh maka akan mendapatkannya. Inilah jadi prisnip bagi kaum penjual yang barangkali tidak disadari bahwasannya mereka mengaplikasaikan hadist rasulullah Saw.
Tapi bukan itu yang kita liat. Bagi kita wajar saja, namanya juga penjual pasti memilik karakter yang sama..inti nya menawarkan kepada para pembeli.. seperti itulah yang kita liat. Tapi jika kita memandang dari sisi lain ada yang luar biasa bagi para penjual disana. Bayangkan saja bisa kita hitung berapa ratus jumlah para penjual yang sama. Bisa puluhan bahkan ratusan. Dan bahkan setiap kendaraan umum yang kita tumpangi hampir semua penjual mejual dagangannya yang sama.sampai kita merasa bosen dengan dagangannya yang sama. Tapi bagi mereka(red.Penjual) tidak ada kata bosan untuk menjual barang dagangnannya.
Dari pagi hingga malam hari tak ada kenal lelah untuk terus menawarkann barang dagangannya. Begitu sabar hingga sampai ada yang membelinya. disitulah letak kehebatannya para penjual mungkin bisa kita katakan begitu tawakalnya mereka untutk menjual. Walupun banyak pesaingnya mereka meyakini bahwasannya namanya rizki tidak kemana, ALLAH yang sudah mengatur dan pasti akan ada rizki jika berusaha dengan sungguh-sungguh.itulah Sebuah konsep tawakal bagi para penjual yang harus kita pelajari . ada ibroh pastinya, konsep tawakal sebenarnya sudah dijalani oleh para penjual yang tak pernah kenal henti untuk mendapatkan rizki dari dagangannya yang dijual...
Sebuah keyakinan yang luar biasa dan pastinya kita ambil maknanya. Bagaimana dengan kita yang saat ini masih sering merasa keputus asan jika meghadapi masalah yang kita hadapi..kita sudah berusaha, jka kita gagal merasa bahwasannya usaha kita sia-sia. Tak ada kata sia-sia dimata ALLAH bagi yang beruasaha dan ingat kepada ALLAH SWT. ALLAH SWT berfirman :”dan Dia memberinya Rizki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barang siapa bertawakl kepada ALLAH SWT , Niscaya Allah akan mencukupkan(keperluannya),Sesungguhnya ALLAH melaksanakan urusan-NYA. Sungguh , Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu”(QS;At-Talaq; 3).
Inilah janji ALLAH bagi orang-orang yagn tawakal. Kenapa kita harus ragu dengan janji ALLAH yang memiliki Ruh ini. Terkadang, kita salah mengartikan makna tawakal itu sendiri. Tawakal seolah-olah kepasrahan kepada ALLAH tanpa adanya usaha. Inilah kesalahan mengartikan makna ketawakalan. Dan jika kita tawakal berkesan ALLAh akan membantu dangan ketawakalannya tanpa adany usaha, jika tidak tercapai yang kita hasilkan berujung pada kekecewaan. Tawakal bukan berarti kita berdiam sendiri dan diserahkan semua pada Allah Swt tanpa ada nya usaha terlebih dahulu. Lihatlah para penjual yang subahanallah, pernahkah mereka merasa letih jika dagangannya belum terjual satu pun . mereka terus berusaha dan berusaha sampai benar-benar dagangannya laku beberapa barangpun. Tapi sayangnya, sedikit para penjual yang mereka serahkan urusannya pada ALLAH. Walaupun dengan tidak sadar mereka bertawakal, tapi tidak dibarengi dengan keimanan mereka. Ingat ALLAH dengan berdoa dikala waktu sholat –sholat berkumandang pada waktunya.Allahu’alam.
Jika kita yang sudah melaksanakan kewajiban sebagai hamba ALLAH dan merasa beriman kenpa kita tidak berusaha untuk tawakal padaNYA dengan setiaap usaha-usaha kita yang kita jalankan. Janganlah jadi penjual yang tawakal tanpa adanya keimanan.
Semoga kita jadi orang-orang yang bertawakal akan setiap usha yang kita jalankan..amiin.
Allahu’alam.
Minggu, 25 Oktober 2009
Suami Istri yang Teladan
Masyarakat Islam bagaikan bangunan kokoh. Keluarga bukan saja sebagai sendi terpenting dalam bangunan tersebut, tetapi uga menjadi unsur pokok bagi eksistensi umat Islam secara keseluruhan. Karena itu, agama Islam memberikan perhatian khusus masalah pembentukan keluarga.
Perhatian istimewa terhadap pembentukan keluarga tersebut tercermin dalam beberapa hal, yaitu:
Pertama, Al-Qur’an menjabarkan cukup terinci tentang pembentukan keluarga ini. Ayat-ayat tentang pembinaan keluarga termasuk paling banyak jumlahnya dibandingkan dengan ayat-ayat yang menjelaskan masalah lain. Al-Qur’an menjelaskan tentang keutamaan menikah, perintah menikah, pergaulan suami-istri, menyusui anak, dan sebagainya.
Kedua, sejak dini As-Sunah telah mengajarkan takwinul usrah yang shalihah dengan cara memilih calon mempelai yang shalihah. Rasulullah saw. bersabda, “Pilihlah tempat untuk menanam benihmu karena sesungguhnya tabiat seseorang bisa menurun ke anak.”
Rasulullah Suami Teladan
Rasulullah saw. sejak masa remaja sudah terkenal sebagai orang yang bersih dan berbudi mulia. Ketika beliau menginjak usia 25 tahun menikahi Khadijah binti Khuwailid. Sejak saat itulah beliau mengarungi kehidupan rumah tangga bahagia penuh ketentraman dan ketenangan.
Rasulullah saw. amat menghormati wanita, lebih-lebih istrinya. Beliau bersabda, “Tidaklah orang yang memuliakan wanita kecuali orang yang mulia; dan tidaklah yang menghinakannya kecuali orang yang hina.”
Menghormati istri adalah kewajiban suami. Al-Qur’an berkali-kali memerintahkan agar menghormati dan berbuat baik terhadap istri. Kita tidak mendapatkan kata-kata dalam Al-Qur’an yang mengharuskan untuk berbuat baik dalam menggauli istri, baik dalam keadaan marah atau tidak. Kecuali, ditekankan kewajiban berbuat ma’ruf dan ihsan terhadap istri dan dilarang menyakiti atau menyiksanya.
Pernah datang seorang wanita mengadu kepada Rasulullah saw. bahwa suaminya telah memukulnya. Maka beliau berdiri seraya menolak perlakukan tersebut dengan bersabda, “Salah seorang dari kamu memukuli istrinya seperti memukul seorang budang, kemudian setelah itu memeluknya kembali, apakah dia tidak merasa malu?”
Ketika Rasuluallah saw. mengizinkah memukul istri dengan pukulan yang tidak membahayakan, dan setelah diberi nasihat serta ancaman secukupnya, beliau didatangi 70 wanita dan mengadu bahwa mereka dipukuli suami. Rasulullah saw. berpidato seraya berkata, “Demi Allah, telah banyak wanita berdatangan kepada keluarga Muhammad untuk mengadukan suaminya yang sering memukulnya. Demi Allah, mereka yang suka memukul istri tidaklah aku dapatkan sebagai orang-orang yang terbaik di antara kamu sekalian.”
Rasulullah saw. merupakan contoh indah dalam kehidupan rumah tangganya. Beliau sering bercanda dan bergurau dengan istri-istrinya. Dalam satu riwayat beliau balapan lari dengan Aisyah, terkadang beliau dikalahkan dan pada hari lain beliau menang. Beliau senantiasa menegaskan pentingnya sikap lemah lembut dan penuh kasih sayang kepada istri. Kita jumpai banyak hadits yang seirama dengan hadits berikut, “Orang mukmin yang paling sempurna adalah yang paling baik akhlaknya dan paling lembut pada keluarganya.” Riwayat lain, “Sebaik-baik di antara kamu adalah yang paling baik pada keluarganya dan aku adalah yang paling baik terhadap keluargaku.”
Di antara yang menunjukkan keteladanan beliau dalam menghormati istri adalah menampakkan sikap lembut, penuh kasih sayang, tidak mengkritik hal-hal yang tidak berguna untuk dikritik, memaafkan kekeliruannya, dan memperbaiki kesalahannya dengan lembut dan sabar. Bila ada waktu senggang beliau ikut membantu istrinya dalam mengerjakan kwajiban rumah tanggannya.
Aisyah pernah ditanya tentang apa yang pernah dilakukan Rasulullah saw. di rumahnya, beliau menjawab, “Rasulullah mengerjakan tugas-tugas rumah tangga, dan bila datang waktu shalat, dia pergi shalat.”
Rasulullah saw. memiliki kelapangan dada dan sikap toleran terhadap istrinya. Bila istrinya salah atau marah, beliau memahami betul jiwa seorang wanita yang sering emosional dan berontak. Beliau memahami betul bahwa rumah tangga adalah tempat yang paling layak dijadikan contoh bagi seorang muslim adalah rumah tangga yang penuh cinta dan kebahagiaan. Kehidupan rumah tangga harus dipenuhi gelak tawa, kelapangan hati, dan kebahagiaan agar tidak membosankan.
Bila terpaksa harus bertindak tegas, Rasulullah saw. melakukannanya dengan disertai kelembutan dan kerelaan. Sikap keras dan tegas untuk mengobati keburukan dalam diri wanita, sedangkan kelembutan dan kasih sayang untuk mengobati kelemahan dan kelembutan dalam dirinya.
Khadijah Istri Teladan
Khadijah binti Khuwailid adalah seorang wanita bangsawan Quraisy yang kaya. Dia diberi gelar wanita suci di masa jahiliyah, juga di masa Islam. Banyak pembesar Quraisy berupaya meminangnya, tetapi ia selalu menolak. Ia pedagang yang sering menyuruh orang untuk menjualkan barang dagangannya keluar kota Mekkah.
Ketika mendengar tentang kejujuran Muhammad saw., ia menyuruh pembantunya mendatangi dan meminta Muhammad menjualkan barang dagangannya ke Syam bersama budak lelaki bersama Maisyarah. Nabi Muhammad menerima permohonan itu dan mendapatkan keuntungan besar dalam perjalanan pertama ini.
Setelah mendengar kejujuran dan kebaikan Muhammad, Khadijah tertarik dan meminta kawannya, Nafisah binti Maniyyah, untuk meminangkan Muhammad. Beliau menerima pinangan itu dan terjadilah pernikahan ketika beliau berusia 25 tahun sedangkan Khadijah berusia 40 tahun.
Khadijah sebagai Ummul Mukminin telah menyiapkan rumah tangga yang nyaman bagi Nabi Muhammad saw. Sebelum beliau diangkat menjadi Nabi dan membantunya ketika beliau sering berkhalwat di Gua Hira. Khadijah adalah wanita pertama yang beriman ketika Nabi mengajaknya masuk Islam. Khadijah adalah sebaik-baiknya wanita yang mendukung Rasulullah saw. dalam melaksanakan dakwahnya, baik dengan jiwa, harta, maupun keluarganya. Perikehidupannnya harum semerbak wangi, penuh kebajikan, dan jiwanya sarat dengan kehalusan.
Rasulullah saw. pernha menyatakan dukungan ini dengan sabdanya, “Khadijah beriman kepadaku ketika orang-orang ingkar. Dia membenarkanku ketika orang-orang mendustakanku. Dan dia menolongku dengan hartanya ketika orang-orang tidak memberiku apa-apa. Allah mengaruniai aku anak darinya dan mengharamkan bagku anak dari selainnya.” (Imam Ahmad dalam kitab Musnad-nya)
Khadijah amat setia dan taat kepada suaminya, bergaul dengannya, siap mengorbankan kesenangannya demi kesenangan suaminya, dan membesarkan hati suaminya di kala merasa ketakutan setelah mendapatkan tugas kenabian. Ia gunakan jiwa dan semua hartanya untuk mendukung Rasul dan kaum muslimin. Pantaslah kalau Khadijah dijadikan sebagai istri teladan pendukung risalah dakwah Islam.
Khadijah mendampingi Rasulullah saw. selama seperempat abad. Berbuat baik di saat Rasulullah gelisah. Menolong Rasulullah di waktu-waktu sulit. Membantu Rasulullah dalam menyampaikan risalah dan ikut merasakan penderitaan pahit akibat tekanan dan boikot orang-orang musyrik Quraisy. Khadijah menolong tugas suaminya sebagai Nabi dengan jiwa dan hartanya.
Rasulullah saw. senantiasa menyebut-nyebut kebaikan Khadijah selam hidupnya sehingga membuat Aisyah cemburu. Dengan ketaatan dan pengorbanan yang luar biasa itu, pantaslah jika Allah swt. menyampaikan salam lewat malaikat Jibril kepada Khadijah. Jibril datang kepada Nabi, lalu berkata, “Wahai Rasulullah, ini Khadiah telah datang membawa sebuah wadah berisi kuah, makanan dan minuman, apabila datang kepadamu sampaikan salam dari Tuhannya dan beritahukan kepadanya tentang sebuah rumah di surga, terbuat dari mutiara yang tiada suara gaduh di dalamnya dan tiada kepenatan.” (Bukhari)
Itulah Khadijah, sosok seorang istri yang layak dijadikan teladan bagi wanita-wanita yang mendukung keshalehan dan tugas dakwah suaminya.
Ciri-ciri Rumah Tangga Muslim
1. Sendi bangunannya adalah ketakwaan kepada Allah swt. Takwa adalah sendi yang kuat bangunan keluarga. Memilih suami/istri harus sesuai dengan arahan Rasulullah saw., yaitu utamakan sisi agamanya.
2. Kebahagiaan rumah tangga bukanlah berdasarkan kesenangan materi saja, sebab kebahagiaan sejati muncul dari dalam jiwa yang takwa kepada Allah swt. Bila ketakwaan telah menjadi sendi utama, maka kekurangan materi menjadi ringan. Ketakwaan yang ada di dalam dada pasangan suami-istri memunculkan tsiqah (rasa saling percaya) dan akan melahirkan ketentraman serta ketentraman dalam hubungan suami-istri. Hubungan antara anggota keluarga akan terasa indah karena semua sadar akan tanggung jawab dan hak-haknya.
3. Rumah yang dibangun untuk keluarga seharusnya sederhana dan mengutamakan skala prioritas dengan mengurangi hal-hal yang tertier dan berlebihan.
4. Dalam makanan dan berpakaian, seorang muslim amat sederhana, menekankan aspek kebersihan, dan menghindari dari yang haram, sikap berlebihan (israf), dan bermewah-mewahan. Semua anggota keluarga dipacu untuk memperbanyak berinfak dan bersedekah. Hindari syubhat, jauhi yang haram, itu moto mereka.
5. Anggaran rumah tangga dipenuhi dari rezeki yang halal dan baik. Sebab, daging yang terbentuk dari daging haram akan dibakar oleh api neraka. Secara teknis perlu ada kesepakatan antara suami-istri dalam menentukan besaran dan alokasi anggaran rumah tangga. Yang jelas, pengeluaran tidak boleh melebihi penghasilan. Cukupi diri dengan hal-hal yang dibutuhkan, bukan memperbanyak daftar keinginan.
6. Perhatikan hak-hak Allah swt. Tunaikan zakat, menabung untuk pergi haji, sediakan kotak khusus untuk sedekah bagi kemaslahatan umat.
Perhatian istimewa terhadap pembentukan keluarga tersebut tercermin dalam beberapa hal, yaitu:
Pertama, Al-Qur’an menjabarkan cukup terinci tentang pembentukan keluarga ini. Ayat-ayat tentang pembinaan keluarga termasuk paling banyak jumlahnya dibandingkan dengan ayat-ayat yang menjelaskan masalah lain. Al-Qur’an menjelaskan tentang keutamaan menikah, perintah menikah, pergaulan suami-istri, menyusui anak, dan sebagainya.
Kedua, sejak dini As-Sunah telah mengajarkan takwinul usrah yang shalihah dengan cara memilih calon mempelai yang shalihah. Rasulullah saw. bersabda, “Pilihlah tempat untuk menanam benihmu karena sesungguhnya tabiat seseorang bisa menurun ke anak.”
Rasulullah Suami Teladan
Rasulullah saw. sejak masa remaja sudah terkenal sebagai orang yang bersih dan berbudi mulia. Ketika beliau menginjak usia 25 tahun menikahi Khadijah binti Khuwailid. Sejak saat itulah beliau mengarungi kehidupan rumah tangga bahagia penuh ketentraman dan ketenangan.
Rasulullah saw. amat menghormati wanita, lebih-lebih istrinya. Beliau bersabda, “Tidaklah orang yang memuliakan wanita kecuali orang yang mulia; dan tidaklah yang menghinakannya kecuali orang yang hina.”
Menghormati istri adalah kewajiban suami. Al-Qur’an berkali-kali memerintahkan agar menghormati dan berbuat baik terhadap istri. Kita tidak mendapatkan kata-kata dalam Al-Qur’an yang mengharuskan untuk berbuat baik dalam menggauli istri, baik dalam keadaan marah atau tidak. Kecuali, ditekankan kewajiban berbuat ma’ruf dan ihsan terhadap istri dan dilarang menyakiti atau menyiksanya.
Pernah datang seorang wanita mengadu kepada Rasulullah saw. bahwa suaminya telah memukulnya. Maka beliau berdiri seraya menolak perlakukan tersebut dengan bersabda, “Salah seorang dari kamu memukuli istrinya seperti memukul seorang budang, kemudian setelah itu memeluknya kembali, apakah dia tidak merasa malu?”
Ketika Rasuluallah saw. mengizinkah memukul istri dengan pukulan yang tidak membahayakan, dan setelah diberi nasihat serta ancaman secukupnya, beliau didatangi 70 wanita dan mengadu bahwa mereka dipukuli suami. Rasulullah saw. berpidato seraya berkata, “Demi Allah, telah banyak wanita berdatangan kepada keluarga Muhammad untuk mengadukan suaminya yang sering memukulnya. Demi Allah, mereka yang suka memukul istri tidaklah aku dapatkan sebagai orang-orang yang terbaik di antara kamu sekalian.”
Rasulullah saw. merupakan contoh indah dalam kehidupan rumah tangganya. Beliau sering bercanda dan bergurau dengan istri-istrinya. Dalam satu riwayat beliau balapan lari dengan Aisyah, terkadang beliau dikalahkan dan pada hari lain beliau menang. Beliau senantiasa menegaskan pentingnya sikap lemah lembut dan penuh kasih sayang kepada istri. Kita jumpai banyak hadits yang seirama dengan hadits berikut, “Orang mukmin yang paling sempurna adalah yang paling baik akhlaknya dan paling lembut pada keluarganya.” Riwayat lain, “Sebaik-baik di antara kamu adalah yang paling baik pada keluarganya dan aku adalah yang paling baik terhadap keluargaku.”
Di antara yang menunjukkan keteladanan beliau dalam menghormati istri adalah menampakkan sikap lembut, penuh kasih sayang, tidak mengkritik hal-hal yang tidak berguna untuk dikritik, memaafkan kekeliruannya, dan memperbaiki kesalahannya dengan lembut dan sabar. Bila ada waktu senggang beliau ikut membantu istrinya dalam mengerjakan kwajiban rumah tanggannya.
Aisyah pernah ditanya tentang apa yang pernah dilakukan Rasulullah saw. di rumahnya, beliau menjawab, “Rasulullah mengerjakan tugas-tugas rumah tangga, dan bila datang waktu shalat, dia pergi shalat.”
Rasulullah saw. memiliki kelapangan dada dan sikap toleran terhadap istrinya. Bila istrinya salah atau marah, beliau memahami betul jiwa seorang wanita yang sering emosional dan berontak. Beliau memahami betul bahwa rumah tangga adalah tempat yang paling layak dijadikan contoh bagi seorang muslim adalah rumah tangga yang penuh cinta dan kebahagiaan. Kehidupan rumah tangga harus dipenuhi gelak tawa, kelapangan hati, dan kebahagiaan agar tidak membosankan.
Bila terpaksa harus bertindak tegas, Rasulullah saw. melakukannanya dengan disertai kelembutan dan kerelaan. Sikap keras dan tegas untuk mengobati keburukan dalam diri wanita, sedangkan kelembutan dan kasih sayang untuk mengobati kelemahan dan kelembutan dalam dirinya.
Khadijah Istri Teladan
Khadijah binti Khuwailid adalah seorang wanita bangsawan Quraisy yang kaya. Dia diberi gelar wanita suci di masa jahiliyah, juga di masa Islam. Banyak pembesar Quraisy berupaya meminangnya, tetapi ia selalu menolak. Ia pedagang yang sering menyuruh orang untuk menjualkan barang dagangannya keluar kota Mekkah.
Ketika mendengar tentang kejujuran Muhammad saw., ia menyuruh pembantunya mendatangi dan meminta Muhammad menjualkan barang dagangannya ke Syam bersama budak lelaki bersama Maisyarah. Nabi Muhammad menerima permohonan itu dan mendapatkan keuntungan besar dalam perjalanan pertama ini.
Setelah mendengar kejujuran dan kebaikan Muhammad, Khadijah tertarik dan meminta kawannya, Nafisah binti Maniyyah, untuk meminangkan Muhammad. Beliau menerima pinangan itu dan terjadilah pernikahan ketika beliau berusia 25 tahun sedangkan Khadijah berusia 40 tahun.
Khadijah sebagai Ummul Mukminin telah menyiapkan rumah tangga yang nyaman bagi Nabi Muhammad saw. Sebelum beliau diangkat menjadi Nabi dan membantunya ketika beliau sering berkhalwat di Gua Hira. Khadijah adalah wanita pertama yang beriman ketika Nabi mengajaknya masuk Islam. Khadijah adalah sebaik-baiknya wanita yang mendukung Rasulullah saw. dalam melaksanakan dakwahnya, baik dengan jiwa, harta, maupun keluarganya. Perikehidupannnya harum semerbak wangi, penuh kebajikan, dan jiwanya sarat dengan kehalusan.
Rasulullah saw. pernha menyatakan dukungan ini dengan sabdanya, “Khadijah beriman kepadaku ketika orang-orang ingkar. Dia membenarkanku ketika orang-orang mendustakanku. Dan dia menolongku dengan hartanya ketika orang-orang tidak memberiku apa-apa. Allah mengaruniai aku anak darinya dan mengharamkan bagku anak dari selainnya.” (Imam Ahmad dalam kitab Musnad-nya)
Khadijah amat setia dan taat kepada suaminya, bergaul dengannya, siap mengorbankan kesenangannya demi kesenangan suaminya, dan membesarkan hati suaminya di kala merasa ketakutan setelah mendapatkan tugas kenabian. Ia gunakan jiwa dan semua hartanya untuk mendukung Rasul dan kaum muslimin. Pantaslah kalau Khadijah dijadikan sebagai istri teladan pendukung risalah dakwah Islam.
Khadijah mendampingi Rasulullah saw. selama seperempat abad. Berbuat baik di saat Rasulullah gelisah. Menolong Rasulullah di waktu-waktu sulit. Membantu Rasulullah dalam menyampaikan risalah dan ikut merasakan penderitaan pahit akibat tekanan dan boikot orang-orang musyrik Quraisy. Khadijah menolong tugas suaminya sebagai Nabi dengan jiwa dan hartanya.
Rasulullah saw. senantiasa menyebut-nyebut kebaikan Khadijah selam hidupnya sehingga membuat Aisyah cemburu. Dengan ketaatan dan pengorbanan yang luar biasa itu, pantaslah jika Allah swt. menyampaikan salam lewat malaikat Jibril kepada Khadijah. Jibril datang kepada Nabi, lalu berkata, “Wahai Rasulullah, ini Khadiah telah datang membawa sebuah wadah berisi kuah, makanan dan minuman, apabila datang kepadamu sampaikan salam dari Tuhannya dan beritahukan kepadanya tentang sebuah rumah di surga, terbuat dari mutiara yang tiada suara gaduh di dalamnya dan tiada kepenatan.” (Bukhari)
Itulah Khadijah, sosok seorang istri yang layak dijadikan teladan bagi wanita-wanita yang mendukung keshalehan dan tugas dakwah suaminya.
Ciri-ciri Rumah Tangga Muslim
1. Sendi bangunannya adalah ketakwaan kepada Allah swt. Takwa adalah sendi yang kuat bangunan keluarga. Memilih suami/istri harus sesuai dengan arahan Rasulullah saw., yaitu utamakan sisi agamanya.
2. Kebahagiaan rumah tangga bukanlah berdasarkan kesenangan materi saja, sebab kebahagiaan sejati muncul dari dalam jiwa yang takwa kepada Allah swt. Bila ketakwaan telah menjadi sendi utama, maka kekurangan materi menjadi ringan. Ketakwaan yang ada di dalam dada pasangan suami-istri memunculkan tsiqah (rasa saling percaya) dan akan melahirkan ketentraman serta ketentraman dalam hubungan suami-istri. Hubungan antara anggota keluarga akan terasa indah karena semua sadar akan tanggung jawab dan hak-haknya.
3. Rumah yang dibangun untuk keluarga seharusnya sederhana dan mengutamakan skala prioritas dengan mengurangi hal-hal yang tertier dan berlebihan.
4. Dalam makanan dan berpakaian, seorang muslim amat sederhana, menekankan aspek kebersihan, dan menghindari dari yang haram, sikap berlebihan (israf), dan bermewah-mewahan. Semua anggota keluarga dipacu untuk memperbanyak berinfak dan bersedekah. Hindari syubhat, jauhi yang haram, itu moto mereka.
5. Anggaran rumah tangga dipenuhi dari rezeki yang halal dan baik. Sebab, daging yang terbentuk dari daging haram akan dibakar oleh api neraka. Secara teknis perlu ada kesepakatan antara suami-istri dalam menentukan besaran dan alokasi anggaran rumah tangga. Yang jelas, pengeluaran tidak boleh melebihi penghasilan. Cukupi diri dengan hal-hal yang dibutuhkan, bukan memperbanyak daftar keinginan.
6. Perhatikan hak-hak Allah swt. Tunaikan zakat, menabung untuk pergi haji, sediakan kotak khusus untuk sedekah bagi kemaslahatan umat.
Langganan:
Komentar (Atom)